Fenomena Intoleransi Menurut Katolik

 Meskipun Gereja Katolik secara resmi telah membuka diri sejak Konsili Vatikan II, arus intoleransi terkadang masih muncul di kalangan kelompok tradisionalis yang enggan menerima perubahan atau dialog antariman. Sikap yang menganggap kebenaran hanya milik institusi secara legalistik dapat menghambat semangat bela rasa terhadap kemanusiaan universal. Intoleransi di sini sering bermanifestasi sebagai keengganan untuk bekerja sama dengan pihak luar dalam isu-isu sosial yang lebih luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan dan upaya meningkatan toleransi beragama

Peran tokoh agama dalam menjaga toleransi

Toleransi dalam perspektif konghucu